KUANTAN SINGINGI – Upaya penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan aparat kepolisian di wilayah Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, tampaknya belum memberikan efek jera. Hanya berselang satu hingga dua hari setelah operasi penertiban, tim wartawan kembali menemukan dugaan aktivitas PETI yang masih berlangsung di sejumlah titik.
Sebelumnya, jajaran Polsek Singingi Hilir melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di kawasan Desa Petai pada Jumat (17/7/2026). Dalam setiap operasi, aparat menegaskan komitmennya untuk memberantas tambang emas ilegal dengan memusnahkan rakit maupun mesin dompeng yang ditemukan di lokasi.
Namun, berdasarkan penelusuran tim wartawan sejak Sabtu (18/7/2026), sejumlah lokasi yang diduga masih menjadi tempat beroperasinya PETI kembali ditemukan. Temuan tersebut diperkuat dengan dokumentasi foto dan video yang memperlihatkan adanya aktivitas di beberapa titik yang diduga masih aktif digunakan untuk penambangan emas tanpa izin.
Di lokasi yang sama, tim wartawan juga menemukan puluhan jeriken yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tersusun di sebuah pondok yang berada tidak jauh dari area pertambangan. Banyaknya jeriken yang ditemukan memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut telah lama dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan BBM guna menunjang operasional aktivitas PETI.
Tidak berhenti sampai di situ, pada Minggu (19/7/2026), atau dua hari setelah operasi penertiban dilakukan, tim wartawan kembali menemukan dugaan aktivitas PETI yang masih beroperasi di kawasan Desa Petai. Lokasi yang berhasil didokumentasikan berada sekitar 500 meter dari Pasar Petai, sebuah kawasan yang relatif dekat dengan aktivitas masyarakat.
“Iya Bang, berdasarkan laporan warga masyarakat, hingga saat ini aktivitas PETI masih beroperasi di beberapa titik di wilayah Desa Petai. Kami hanya sempat mendokumentasikan satu lokasi yang berada sekitar 500 meter dari Pasar Petai. Saat berada di lokasi, terdengar suara mesin yang diduga berasal dari aktivitas PETI yang sedang beroperasi di titik lain yang berdekatan. Kami belum menuju lokasi tersebut, namun dokumentasi yang kami peroleh menjadi bukti bahwa aktivitas itu masih berlangsung sebagaimana disampaikan warga,” ujar tim wartawan kepada redaksi, Minggu (19/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber di lapangan, aktivitas PETI yang berhasil didokumentasikan tersebut diduga dikelola oleh seorang pemodal yang dikenal dengan inisial Gepeng. Informasi tersebut masih berupa keterangan narasumber dan hingga berita ini diterbitkan belum memperoleh konfirmasi maupun tanggapan dari pihak yang bersangkutan. Warga juga menyebut aktivitas yang diduga dikelola pemodal tersebut telah berlangsung cukup lama dan belum pernah tersentuh penindakan secara meskipun operasi penertiban telah berulang kali dilakukan.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan dugaan masih berlangsungnya aktivitas PETI tidak lama setelah aparat melakukan operasi penertiban. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang diduga masih tersebar di sejumlah titik wilayah Desa Petai hingga berbatasan dengan kawasan tanaman akasia.
Selama ini Polres Kuantan Singingi bersama Polsek Singingi Hilir terus menyatakan komitmennya untuk memberantas PETI dan menegaskan tidak ada ruang bagi aktivitas tambang ilegal di wilayah hukumnya. Setiap peralatan yang ditemukan dalam operasi disebut akan langsung dimusnahkan di lokasi.
Meski demikian, hasil penelusuran tim wartawan pada 18 dan 19 Juli 2026 menunjukkan dugaan aktivitas PETI masih ditemukan di lapangan. Fakta tersebut menjadi indikasi bahwa persoalan pertambangan ilegal di Desa Petai belum sepenuhnya dapat dihentikan dan membutuhkan pengawasan serta penegakan hukum yang lebih konsisten dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut dalam informasi warga maupun instansi terkait mengenai dugaan aktivitas PETI yang masih berlangsung, termasuk keberadaan puluhan jeriken BBM jenis solar di lokasi. Apabila pihak-pihak terkait memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi, media ini akan memuatnya sebagai bagian dari penerapan prinsip pemberitaan yang berimbang dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.






