Desi Kembali Bicara: “Kalau Memang Risih, Kenapa Baru Sekarang Bersuara? Sebelum Saya Tinggal di Sini Tenang-tenang Saja, Malah Hampir Semua Wanita di Kawasan Ini yang Kerja BO”

KUANTAN SINGINGI – Pada Selasa 2 Juni 2026, oleh dari narasumber menyampaikan kepada redaksi media Intelijen Jendral.com antara lain: Menanggapi berkembangnya tuduhan serta keluhan dari warga sekitar yang menyatakan merasa risih dan terganggu dengan keberadaan dan aktivitasnya, Desi wanita yang berdomisili di kontrakan kawasan RT 02, Dusun Sinambek, Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, kembali angkat bicara dengan nada penuh kekecewaan dan ketegasan.

Melalui keterangan terbarunya yang disampaikan secara khusus kepada awak media pada Senin, 1 Juni 2026, Desi menyayangkan sikap warga yang menurutnya seolah-olah baru mengetahui masalah tersebut belakangan ini saja. Bahkan, dengan berani Desi melontarkan tuduhan balik yang cukup mengejutkan, di mana ia menyebutkan bahwa praktik yang dituduhkan kepadanya itu sebenarnya sudah lama berlangsung dan dilakukan oleh banyak wanita lain di lingkungan sekitar, namun sama sekali tidak ada yang protes atau merasa terganggu.

Desi mengaku sangat bingung sekaligus kesal mendengar alasan warga yang mengatakan banyak tetangga merasa risih dan terganggu. Menurutnya, jika perbuatannya atau apa yang ia lakukan memang dianggap salah, mengapa perasaan risih itu baru muncul sekarang, padahal ia sudah cukup lama tinggal dan beraktivitas di tempat tersebut.

“Mereka bilang banyak tetangga yang merasa risih dan terganggu sama keberadaan saya. Kalau memang benar mereka risih dan apa yang saya lakukan ini dianggap salah atau mengganggu, pertanyaan saya: Kenapa baru sekarang mereka bersuara? Kenapa tidak dari dulu lagi bicara atau protes?” ungkap Desi membuka keterangannya dengan nada tegas dan penuh tanya.

Desi kemudian menjelaskan bahwa jauh sebelum ia menempati dan menyewa kontrakan di Dusun Sinambek ini, jauh sebelum namanya dikenal di lingkungan tersebut, suasana dan kehidupan di kawasan pemukiman itu berjalan seperti biasa, tenang-tenang saja, dan sama sekali tidak ada keluhan atau protes dari warga satu sama lain. Padahal, menurut pengamatan dan fakta yang ia ketahui, hal yang sama atau aktivitas serupa yang kini dituduhkan kepadanya itu sejatinya sudah biasa dilakukan dan dijalani oleh sebagian besar wanita yang tinggal di sekitar situ.

“Jauh, sangat jauh bahkan sebelum saya datang dan menetap tinggal di sini, tidak ada satu pun tetangga yang merasa risih atau mengeluh. Semuanya tenang, damai, dan biasa saja. Padahal kalau kita mau bicara jujur dan melihat kenyataan yang ada di depan mata, malah hampir semua wanita yang tinggal di kawasan lingkungan sini itu sebenarnya pekerjanya BO semuanya, sudah biasa melakukan hal seperti itu dari dulu,” ungkap Desi dengan lugas berani menyampaikan fakta versi dirinya.

Menurut penuturan Desi, ketidakadilan dan keberpihakan sangat terasa dalam masalah ini. Ia merasa dirinya dijadikan kambing hitam atau sasaran empuk tuduhan, padahal tetangga-tetangga lainnya yang melakukan hal serupa justru dibiarkan, diamankan, bahkan dianggap warga yang baik-baik saja. Ia menilai tuduhan dan rasa risih yang dilontarkan warga kepadanya hanyalah alasan yang dibuat-buat semata, karena fakta sebenarnya lingkungan tersebut memang sudah lama dikenal dengan aktivitas tersebut namun ditutup-tutupi.

“Mengapa kalau orang lain yang lakukan hal serupa diam saja, tidak ada yang risih, tidak ada yang lapor, tidak ada yang bikin heboh sampai masuk berita? Tapi giliran saya yang didatangi atau ada kendaraan yang parkir sebentar, langsung dibuat keributan, langsung dituduh macam-macam, dibilang mengganggu ketertiban. Ini jelas-jelas tidak adil dan pilih kasih. Apa yang salah dengan saya? Padahal yang lain pun sama saja, malah jumlahnya banyak sekali di sini,” tambah Desi dengan nada suara yang mulai meninggi karena emosi kekecewaan yang mendalam.

Desi juga kembali menegaskan penjelasannya sebelumnya, bahwa kedatangan tamu laki-laki yang menjadi sumber masalah dan tuduhan itu hanyalah mantan suaminya sendiri yang sekadar berkunjung dan memarkir kendaraan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *