BENAI, KUANTAN SINGINGI — Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Talontam, Kecamatan Benai, hingga Simpang Mangga, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), menjadi sorotan tokoh masyarakat setempat, Aman Sahri. Ia mendesak perusahaan-perusahaan yang melintasi jalan tersebut bersama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi agar segera merealisasikan komitmen perbaikan jalan yang selama ini dinantikan masyarakat.
Aman Sahri mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi jalan yang dinilainya belum mendapatkan penanganan sebagaimana yang diharapkan. Menurutnya, masyarakat sudah cukup lama menantikan perbaikan, sementara aktivitas perusahaan terus berjalan dan memanfaatkan akses jalan tersebut.
Baginya, persoalan ini bukan sekadar kerusakan infrastruktur, melainkan juga menyangkut tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas publik yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
“Saya sudah hidup setengah abad lebih. Dulu, sebelum perusahaan-perusahaan ini berhasil dan berkembang seperti sekarang, jalan di kampung kami masih bagus. Tapi mengapa setelah puluhan tahun perusahaan beroperasi dan berhasil, jalan di kampung kami justru rusak dan tak terurus?” ungkap Aman Sahri.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan sekaligus harapan masyarakat agar keberadaan perusahaan di wilayah mereka turut memberikan dampak positif, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan warga sekitar.
Perusahaan Melintasi Jalan, Kontribusi Perbaikan Dipertanyakan
Aman Sahri menyoroti aktivitas sejumlah perusahaan yang menggunakan jalan di wilayah Desa Talontam hingga Simpang Mangga. Ia berharap perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan kepedulian nyata terhadap kondisi infrastruktur yang digunakan untuk menunjang aktivitas operasional mereka.
Menurutnya, keberadaan perusahaan semestinya tidak hanya memberikan manfaat bagi kepentingan usaha, tetapi juga memperhatikan kondisi lingkungan dan masyarakat yang terdampak oleh aktivitasnya.
“Jangan sampai perusahaan menikmati manfaat dari jalan yang dilalui setiap hari, sementara masyarakat yang tinggal di sekitarnya justru harus menanggung dampak kerusakannya,” tegasnya.
Kerusakan jalan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu mobilitas masyarakat, meningkatkan biaya transportasi, serta menghambat aktivitas ekonomi dan akses warga terhadap pelayanan publik.
Karena itu, apabila sebelumnya telah ada komitmen atau janji perbaikan dari pihak perusahaan, Aman Sahri berharap komitmen tersebut segera ditindaklanjuti secara nyata.
Masyarakat, menurutnya, membutuhkan kepastian mengenai bentuk kontribusi, tahapan pelaksanaan, serta waktu realisasi perbaikan jalan yang selama ini menjadi harapan warga.
Pemda Kuansing Diminta Memberikan Kepastian
Selain menyoroti tanggung jawab perusahaan, Aman Sahri juga meminta Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan kabupaten dari Desa Talontam hingga Simpang Mangga.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menerima keluhan masyarakat, tetapi juga memberikan penjelasan terbuka mengenai rencana penanganan jalan tersebut, termasuk prioritas pembangunan, ketersediaan anggaran, dan jadwal pelaksanaan perbaikan.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan langkah konkret dan kepastian penyelesaian, bukan sekadar janji yang tidak diketahui kapan akan direalisasikan.
Apabila aktivitas kendaraan perusahaan turut berkontribusi terhadap kerusakan jalan, pemerintah bersama instansi terkait diharapkan melakukan evaluasi berdasarkan kondisi di lapangan dan ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut penting agar penanganan kerusakan jalan dapat dilakukan secara tepat, dengan memperjelas peran masing-masing pihak sesuai kewenangan dan tanggung jawabnya.
Pembangunan daerah, lanjutnya, tidak semestinya hanya dilihat dari besarnya investasi atau lamanya perusahaan beroperasi. Manfaat pembangunan juga harus dirasakan masyarakat melalui tersedianya infrastruktur yang layak dan mendukung aktivitas sehari-hari.
Masyarakat Menunggu Realisasi, Bukan Sekadar Janji
Aman Sahri berharap perusahaan-perusahaan yang melintasi jalan tersebut dan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi segera duduk bersama untuk mencari solusi yang konkret dan berkelanjutan.
Menurutnya, persoalan jalan Talontam hingga Simpang Mangga harus menjadi perhatian bersama agar tidak terus berlarut-larut tanpa kejelasan penyelesaian.
Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan jalan yang layak untuk menunjang berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, mobilitas sehari-hari, hingga akses terhadap pelayanan publik.
Perbaikan infrastruktur tersebut juga diharapkan menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat benar-benar didengar dan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan maupun kepentingan terhadap penggunaan jalan tersebut.
Kini, masyarakat menantikan langkah nyata dari pemerintah daerah dan perusahaan terkait. Kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab, bentuk penanganan, serta jadwal pelaksanaan perbaikan menjadi hal penting agar kepercayaan masyarakat dapat terjaga.
Jalan Talontam hingga Simpang Mangga bukan sekadar akses transportasi, melainkan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Karena itu, persoalan kerusakannya perlu segera mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius.
Pertanyaan yang kini menunggu jawaban adalah: jika komitmen perbaikan memang telah disampaikan, kapan realisasinya?
Masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, disertai tindakan nyata agar jalan yang menjadi kebutuhan bersama tersebut tidak terus dibiarkan dalam kondisi yang dikeluhkan warga.






