PETI di Pulau Aro Kian Menggila, 15 Rakit Mesin Stingkai Beroperasi Bebas di Batang Kuantan

KUANTAN SINGINGI — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan mesin stingkai di wilayah Pulau Aro, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kembali menjadi sorotan tajam. Meski berulang kali diberitakan dan menuai kritik publik, praktik ilegal tersebut hingga kini masih terus beroperasi tanpa tindakan tegas yang nyata dari aparat penegak hukum maupun dinas terkait.

Pada Kamis, 28 Mei 2026, tim wartawan kembali melakukan investigasi langsung ke lapangan dan menemukan aktivitas PETI masih berlangsung secara terang-terangan di sejumlah titik di wilayah Pulau Aro.

Dari hasil pantauan di lapangan, aktivitas tambang emas ilegal itu terlihat beroperasi di aliran Sungai Batang Kuantan dan di wilayah seberangnya. Bahkan, sedikitnya terdapat sekitar 15 rakit mesin stingkai yang bebas bekerja mengeruk material di badan sungai.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Pasalnya, aktivitas ilegal tersebut seolah kebal hukum dan terus berjalan tanpa hambatan, meskipun dampaknya terhadap lingkungan dinilai sangat merusak.

Warga menilai lemahnya pengawasan serta minimnya tindakan penertiban membuat para pelaku PETI semakin berani menjalankan aktivitasnya. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kerusakan lingkungan di sepanjang aliran Sungai Kuantan dikhawatirkan akan semakin parah.

Selain merusak ekosistem sungai, aktivitas PETI juga dinilai berpotensi mengancam keselamatan masyarakat dan mencemari lingkungan sekitar.

Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait agar segera turun tangan melakukan penindakan tegas terhadap seluruh aktivitas PETI di wilayah Pulau Aro dan sepanjang Sungai Batang Kuantan.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, namun tumpul terhadap pelaku PETI yang jelas-jelas beroperasi secara ilegal,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas PETI di wilayah tersebut dilaporkan masih terus berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *