PETI Menggila di Sungai Kuantan, Warga Cerenti Desak Kapolda Riau Turun Tangan Sebelum Konflik Meledak

Teluk Kuantan – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Kuantan, tepatnya di wilayah Desa Pulau Jambu dan Desa Pulau Bayur, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, dilaporkan kian tak terkendali.

Hingga Minggu (19/04/2026), masyarakat menyebutkan bahwa aktivitas rakit dompeng justru semakin bertambah dan beroperasi terang-terangan di sejumlah titik.

“Bukan berkurang, malah makin ramai. Hampir di beberapa titik terlihat aktif,” ungkap salah seorang warga.

Dugaan Keterlibatan Sejumlah Oknum

Di tengah situasi tersebut, beredar informasi di masyarakat yang menyeret sejumlah nama yang diduga memiliki kaitan dengan aktivitas PETI. Meski demikian, seluruh informasi ini masih berupa dugaan dan belum mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Beberapa nama yang disebutkan antara lain:

a. Seorang oknum wartawan berinisial AYK, disebut oleh warga berkaitan dengan rantai jual beli emas ilegal dan dijelaskan bahwa ada salah satu rumah yang dikontrak untuk penampung emas atau pemurnian di desa Pulau Jambu, tempat rumah kontrak itu tidak jauh dari lokasi aktivitas PETI., ujarnya.

b. Inisial R, yang disebut sebagai perangkat Desa Pulau Jambu dan diduga mengetahui aktivitas di lapangan.

c. Inisial F.G, Ketua BPD Desa Pulau Jambu, yang dikabarkan pernah menghadiri pertemuan pasca-Idulfitri bersama pihak-pihak terkait aktivitas PETI.

Tak hanya itu, sejumlah oknum aparat juga turut disebut dalam informasi yang berkembang. Beberapa nama yang disorot antara lain Nopri (Bhabinkamtibmas), serta Ikhsan dan Rian, yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas rakit PETI maupun memberikan perlindungan.

Nama Nopri sendiri sebelumnya sempat menjadi perhatian publik terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan narkoba di wilayah tersebut. Kasus itu dikabarkan telah masuk penyelidikan Paminal Propam Polres Kuansing sejak bulan lalu, namun hingga kini belum ada perkembangan yang disampaikan secara terbuka ke publik.

Dampak Nyata: Lingkungan Rusak, Warga Resah

Aktivitas PETI yang terus berlangsung dinilai telah membawa dampak serius. Kerusakan lingkungan di sepanjang Sungai Kuantan semakin nyata, ekosistem terganggu, dan kualitas air menurun.

Lebih dari itu, situasi sosial di lapangan mulai memanas. Warga yang menolak PETI mengaku kini lebih berhati-hati dalam beraktivitas karena khawatir terjadi gesekan.

“Kondisinya sudah sensitif. Kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar warga lainnya.

Desakan Keras ke Kapolda Riau

Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kapolda Riau, untuk segera turun tangan secara langsung dan mengambil langkah tegas namun terukur.

Warga berharap penanganan dilakukan secara serius tanpa memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Jangan sampai ada bentrokan atau korban. Kami hanya ingin aktivitas ilegal ini dihentikan,” tegas warga yang menolak PETI.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak yang disebutkan maupun dari aparat penegak hukum terkait berbagai informasi yang beredar tersebut.