Kampar  

Diduga Komplotan Pencuri Sawit Serang Petugas, Penganiayaan di Areal PT Agrinas Palma Nusantara Dilaporkan ke Polres Kampar

KAMPAR – Aksi dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di areal PT Agrinas Palma Nusantara, Desa Sei Jernih, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, berujung ricuh. Seorang anggota satuan pengamanan (Satpam) perusahaan mengalami luka-luka setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok massa.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di Blok E20 Afdeling III areal perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, saat melakukan patroli rutin, Tim Satuan Pengamanan perusahaan mendapati tiga orang yang diduga sedang melakukan pencurian TBS kelapa sawit. Ketiganya diketahui berinisial Fais, Novri dan Sinaga.

Ketiga terduga pelaku bersama barang bukti berupa 13 tandan TBS, satu paket agrek, serta dua unit sepeda motor berhasil diamankan petugas keamanan.

Namun situasi berubah tegang ketika sejumlah orang yang diduga merupakan bagian dari kelompok pelaku datang menghadang petugas dan meminta agar ketiga orang tersebut dibebaskan.

Melihat kondisi yang mulai tidak kondusif, Danru Tim Pengamanan berkoordinasi dengan pimpinan perusahaan. Demi menghindari bentrokan yang lebih besar, pimpinan perusahaan menginstruksikan agar para terduga pelaku dilepaskan, sementara barang bukti tetap diamankan dan dibawa ke kantor perusahaan.

Ironisnya, setelah para terduga pelaku dilepas, ketegangan justru semakin meningkat.

Sekitar 70 orang massa kemudian mendatangi area kantor gudang PT Agrinas Palma Nusantara. Awalnya mereka menyampaikan tuntutan agar dipekerjakan di perusahaan tersebut. Namun tidak lama kemudian massa meninggalkan lokasi dan kembali sekitar lima menit berselang dengan jumlah yang hampir sama.

Menurut keterangan saksi, massa datang dengan membawa kayu broti, batu, dan sejumlah senjata tajam. Mereka kemudian diduga melakukan penyerangan secara brutal terhadap petugas keamanan dengan melempari batu dan melakukan pengejaran.

Dalam situasi yang semakin memanas, seorang personel TNI yang bertugas sebagai Pengamanan Masyarakat (PAPAM) di lingkungan perusahaan memerintahkan Tim Satuan Pengamanan untuk menghindari kerumunan guna mencegah terjadinya bentrokan yang lebih besar.

Namun nahas, salah seorang anggota Satpam bernama T. Zega tidak sempat menyelamatkan diri dan diduga menjadi sasaran pengeroyokan.

Korban disebut dipukul menggunakan kayu, dilempari batu, serta mendapat pukulan secara bertubi-tubi hingga mengalami luka pada pelipis mata kiri, memar di bagian bahu, pundak dan punggung.

Beberapa nama yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut di antaranya berinisial Yudi, Alwin dan Pian.

Atas kejadian itu, korban bersama sejumlah saksi yang didampingi kuasa hukum telah membuat laporan resmi ke Polres Kampar.

Kuasa hukum korban meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pencurian maupun penganiayaan.

“Kami berharap Polres Kampar dapat bertindak cepat dan profesional untuk mengusut tuntas kasus ini serta memproses seluruh pihak yang terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas kuasa hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak Polres Kampar.

Reporter: Asamoni Giawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *