Empat Hari Lagi Genap Setahun Kasus Pembunuhan di Kuansing, Jangan Biarkan Waktu Mengubur Keadilan

KUANTAN SINGINGI — Empat hari lagi, tepatnya Kamis, 18 September 2026, genap satu tahun Antonius Laia meninggal dunia dalam peristiwa yang oleh keluarganya disebut sebagai kasus pembunuhan.

Namun hingga Senin, 14 September 2026, keluarga mengaku masih menunggu kepastian hukum.

Menurut keterangan keluarga kepada Redaksi, hingga kini belum ada tersangka lainnya yang mereka ketahui telah diamankan. Sementara sosok yang sebelumnya disebut keluarga sebagai pelaku utama juga disebut belum berhasil ditemukan.

Hampir setahun berlalu, keluarga mengaku mulai lelah menunggu sekaligus bosan berulang kali memberikan informasi kepada kepolisian maupun mencari informasi dari berbagai narasumber.

“Kami sudah bosan memberi informasi kepada pihak kepolisian maupun mencari informasi dari berbagai narasumber seperti sebelumnya. Kami merasa bosan,” ujar pihak keluarga dengan nada kesal.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran kekecewaan keluarga yang selama berbulan-bulan berharap perkara kematian Antonius Laia segera memperoleh titik terang.

Dalam pemberitaan sebelumnya, keluarga menyebut Redaman Zega alias Zendri sebagai sosok yang mereka kaitkan dengan perkara tersebut dan disebut masuk dalam pencarian aparat.

Namun sampai berita ini diterbitkan kembali, keluarga mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan yang bersangkutan maupun perkembangan terbaru pencarian.

Kini, menjelang satu tahun perkara tersebut, pertanyaan keluarga semakin sederhana tetapi mendesak:

Apa perkembangan kasus ini?

Jika proses pencarian masih berjalan, apa kendalanya?

Jika informasi dari keluarga telah disampaikan kepada penyidik, sejauh mana informasi tersebut ditindaklanjuti?

Dan jika perkara masih dalam proses, kapan keluarga akan mendapatkan kepastian?

Keluarga menegaskan mereka tidak meminta aparat bertindak di luar hukum. Mereka hanya meminta proses hukum dilakukan secara maksimal, profesional dan transparan.

“Kami tidak mau main hakim sendiri. Kami percaya hukum. Tetapi kami juga ingin tahu sampai kapan harus menunggu,” kata pihak keluarga.

Jangan Sampai Waktu Mengubur Kasus

Bagi keluarga, hampir satu tahun bukan waktu yang singkat.

Setiap hari yang berlalu berarti semakin panjang pula penantian mereka untuk mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi terhadap Antonius Laia.

Mereka berharap perkara tersebut tidak kehilangan perhatian hanya karena waktu terus berjalan.

Keluarga juga meminta agar seluruh informasi yang pernah mereka sampaikan diperiksa dan ditelusuri secara profesional oleh aparat, termasuk memastikan apakah informasi tersebut memiliki hubungan dengan perkara atau tidak.

Menjelang 18 September 2026, keluarga kembali berharap ada penjelasan resmi dari aparat penegak hukum mengenai perkembangan perkara tersebut.

Sebab, bagi keluarga korban, keadilan tidak cukup hanya dengan sebuah laporan dan proses yang berjalan tanpa kepastian.

Keadilan harus berujung pada terungkapnya perkara dan kepastian hukum.

Hingga berita ini diterbitkan kembali, Redaksi masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan terbaru kasus kematian Antonius Laia.

Redaksi membuka ruang kepada Polsek Kuantan Mudik, Polres Kuantan Singingi, Polda Riau maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan informasi resmi mengenai penanganan perkara tersebut.

Empat hari lagi kasus ini genap satu tahun. Keluarga sudah lelah menunggu. Kini mereka hanya meminta satu hal: kepastian.

Seluruh informasi dan dugaan yang disampaikan keluarga masih memerlukan verifikasi serta pembuktian oleh aparat penegak hukum.

Redaksi menjunjung tinggi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, asas praduga tak bersalah dan prinsip keberimbangan. Pihak kepolisian maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan dipersilakan menyampaikan klarifikasi dan hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.