KUANTAN SINGINGI, RIAU โ Dugaan maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah titik Desa Setiang, Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi, kembali menjadi sorotan.
Temuan tersebut terungkap setelah tim wartawan melakukan investigasi lapangan pada Sabtu, 12 September 2026. Tim mengaku menemukan sejumlah rakit yang dilengkapi mesin dompeng di beberapa titik, bahkan hingga kawasan sungai yang besar disebut terdapat aktivitas jumlah jauh lebih banyak.
Namun, proses dokumentasi di lapangan disebut tidak berjalan maksimal. Tim mengaku beberapa kali didatangi orang penambang. Bahkan, menurut keterangan tim, terdapat seseorang membawa parang sambil mempertanyakan tujuan kedatangan mereka dan melarang penggunaan telepon seluler untuk mengambil gambar.
Dalam penelusuran, tim menyebut menemukan sedikitnya lima rakit di satu titik, kemudian dua rakit, empat rakit, serta sekitar tujuh rakit di kawasan anak sungai. Penelusuran berlanjut menuju sungai yang besar disebut terdapat ratusan rakit aktivitas PETI.
Pemberitaan mengenai temuan tersebut kemudian diteruskan redaksi kepada Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa, S.H., M.H., melalui pesan WhatsApp pada Minggu, 13 September 2026.
Respons Kapolsek secara tegas.
Siap Bg.. sgr kmi tindak lanjuti Bg ๐๐ป,โ ujar Kapolsek sekitar pukul 15.43 WIB.
Redaksi kemudian mengirimkan titik Sherlock lokasi sekaligus menjelaskan bahwa titik tersebut berada di pertengahan rangkaian lokasi yang ditelusuri tim.
โIni Sherlock lokasi ya Pak Komandan, posisi ini di pertengahan. Sebelum tiba ke titik lokasi Sherlock, ada beberapa titik tambang. Sedangkan ke depannya lagi yang lebih ramai rakit aktivitas PETI tersebut,โ jelas redaksi.
Kapolsek kembali merespons, โSiap Bg.. terimakasih Bg.. ๐๐ปโ
Tak lama berselang, seorang wanita berinisial Serly yang disebut sebagai bos/pemodal tambang di wilayah Desa Setiang memberikan keterangan melalui WhatsApp kepada tim wartawan.
Serly mengakui dua rakit di sekitar lokasi merupakan miliknya, namun menyebut masih banyak rakit lain di kawasan tersebut yang bukan berada di bawah pengurusannya.
Ya emang Bg rakit yg dua itu punya saya tapi di sekitar situ banyak rakit Bg tapi bukan saya pengurusnya,โ ujarnya.
Serly juga menyebut dirinya menerima komunikasi dari sejumlah pihak yang mengaku media.
Mengenai media, saya kurang paham, soalnya media bukan Abg saja, sore ini juga ada yg masuk ke lokasi, ada juga yg telfon, ada yg kirim no rekening, maaf Bg jadi saya bingung mana yg harus saya dulukan,โ katanya.
Menanggapi hal tersebut, tim menegaskan bahwa hasil investigasi dan pemberitaan tidak berkaitan dengan permintaan nomor rekening. Fokus redaksi adalah meminta kejelasan dan tanggapan mengenai dugaan aktivitas PETI yang disebut berlangsung di sejumlah titik Desa Setiang.
Pertanyaan yang kemudian mengemuka, bagaimana aktivitas tersebut dapat terus berlangsung apabila tidak memiliki legalitas atau perizinan sebagaimana ketentuan yang berlaku, serta sejauh mana pengawasan dan penindakan aparat terhadap aktivitas tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan lebih lanjut dari Serly mengenai pertanyaan tersebut.
Sementara itu, respons Kapolsek Kuantan Mudik yang menyatakan akan segera menindaklanjuti informasi menjadi perhatian publik. Masyarakat tentunya menunggu langkah konkret aparat untuk memastikan kebenaran dugaan aktivitas PETI tersebut sekaligus menelusuri pihak-pihak yang terlibat apabila ditemukan pelanggaran hukum.
Selain persoalan dugaan legalitas pertambangan, dugaan intimidasi terhadap tim wartawan juga perlu mendapat perhatian serius. Kebebasan pers dan keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik harus tetap dijamin.
Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi seluruh pihak terkait. Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih menunggu perkembangan tindak lanjut aparat serta keterangan resmi mengenai dugaan aktivitas PETI di sejumlah titik Desa Setiang.






