Kadis PUTR Nias Barat Tinjau Sungai Fenango, Jembatan Permanen Diharapkan Buka Akses Ekonomi dan Pendidikan

NIAS BARAT – Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) terus berupaya meningkatkan konektivitas wilayah guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kelancaran akses pendidikan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peninjauan langsung rencana pembangunan jembatan di Sungai Fenango, Dusun I Soyamanu, Desa Sitölu’ewali, Kecamatan Moro’ö, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Kamis (15/10/2026).

Peninjauan dan survei lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PUTR Kabupaten Nias Barat, Ir. Arwadi A.J. Gulo, S.T., didampingi tokoh masyarakat setempat, Drs. Fatizatulo Waruwu. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat kondisi nyata di lapangan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan pembangunan jembatan permanen yang kokoh, layak, dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

Selama ini, Sungai Fenango menjadi salah satu kendala utama bagi aktivitas warga. Selain menghambat mobilitas dan distribusi hasil perekonomian masyarakat, luapan air sungai saat banjir juga kerap memutus akses anak-anak sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Kondisi tersebut menjadikan pembangunan jembatan sebagai kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat, terutama untuk menjamin kelancaran transportasi, menunjang aktivitas perekonomian, serta mempermudah akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

Kadis PUTR: Pembangunan Infrastruktur Harus Tepat Sasaran

Kehadiran Kepala Dinas PUTR Kabupaten Nias Barat di lokasi peninjauan disambut hangat oleh masyarakat Dusun I Soyamanu. Dalam kesempatan tersebut, Arwadi menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nias Barat harus dilaksanakan secara tepat sasaran, sejalan dengan arahan Bupati Nias Barat, agar setiap program pembangunan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Peninjauan ini menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung kebutuhan infrastruktur di wilayah tersebut, khususnya terkait rencana pembangunan jembatan yang diharapkan mampu mengatasi kendala penyeberangan Sungai Fenango.

Dalam kesempatan yang sama, Kadis PUTR juga mengapresiasi progres pekerjaan peningkatan ruas jalan di kawasan tersebut yang saat ini masih berlangsung dan telah mencapai tepi sungai.

Keberadaan akses jalan yang semakin memadai dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat, termasuk mempermudah pengangkutan material apabila pembangunan infrastruktur lanjutan dapat direalisasikan.

Warga Berharap Jembatan Permanen yang Kokoh dan Dapat Dilalui Kendaraan Roda Empat

Tokoh masyarakat Nias Barat, Drs. Fatizatulo Waruwu, menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus menguraikan perjuangan warga dalam membuka akses penyeberangan di Sungai Fenango.

Menurutnya, masyarakat setempat sebelumnya pernah bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan swadaya. Namun, jembatan tersebut tidak mampu bertahan lama dan akhirnya runtuh akibat derasnya arus banjir Sungai Fenango.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat harapan masyarakat agar pemerintah dapat merealisasikan pembangunan jembatan permanen yang memiliki konstruksi kokoh dan kapasitas memadai untuk digunakan dalam jangka panjang.

Fatizatulo menegaskan bahwa jembatan yang dibutuhkan masyarakat idealnya dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk truk, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan warga, tetapi juga mendukung kelancaran transportasi dan pengangkutan material pembangunan.

“Kami berharap pembangunan jembatan ini bukan sekadar jembatan gantung. Jika dibangun jembatan gantung, kelanjutan pembangunan akses jalan menuju perbatasan Desa Gunung Tua, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara—yang berjarak sekitar 1 kilometer lagi dari tepi sungai—akan terkendala dalam hal mobilitas dan pengangkutan material,” ujar Fatizatulo Waruwu.

Ia berharap aspirasi masyarakat tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis konstruksi jembatan yang sesuai dengan kebutuhan konektivitas wilayah, baik untuk kepentingan masyarakat saat ini maupun pengembangan akses jalan pada masa mendatang.

Warga Apresiasi Pembangunan Jalan di Dusun Soyamanu

Di sisi lain, masyarakat Desa Sitölu’ewali menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Nias Barat, Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., atas terealisasinya pembangunan jalan di Dusun Soyamanu pada tahun 2026.

Pembangunan jalan tersebut dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kemudahan akses transportasi dan mendukung aktivitas sehari-hari warga.

Meski demikian, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat dilanjutkan dengan pembangunan jembatan permanen di Sungai Fenango agar konektivitas wilayah semakin baik dan berkelanjutan.

Warga juga berharap Bupati Nias Barat beserta instansi terkait dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah.

Jembatan Fenango Diharapkan Jadi Penggerak Perekonomian Masyarakat

Pembangunan jembatan permanen di Sungai Fenango diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas kendala akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat Dusun I Soyamanu dan wilayah sekitarnya.

Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jembatan yang memadai juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi, mempermudah distribusi barang dan material, serta memberikan rasa aman bagi anak-anak sekolah yang setiap hari membutuhkan akses transportasi untuk menuntut ilmu.

Akses yang lebih baik juga diharapkan mendukung masyarakat dalam menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan dan berbagai layanan publik lainnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga, harapan akan terwujudnya jembatan permanen di Sungai Fenango diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan di Kabupaten Nias Barat.

Masyarakat pun menaruh harapan agar rencana pembangunan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui tahapan perencanaan dan penganggaran sesuai ketentuan, sehingga kehadiran infrastruktur yang aman, kokoh, dan bermanfaat bagi masyarakat dapat segera terwujud.

Penulis: T. Waruwu