Teluk Kuantan – Menjelang Idul Fitri, saat mobilitas masyarakat meningkat tajam, kondisi memprihatinkan justru terjadi di pusat Kota Teluk Kuantan. Lampu penerangan jalan di jalur dua bawah STM dilaporkan mati total, membuat kawasan strategis tersebut gelap gulita pada malam hari.
Kondisi ini langsung memicu kritik keras terhadap kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Penerangan jalan bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan vital yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat—terlebih pada H-2 Lebaran, saat aktivitas warga berada di puncaknya.
Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan mendalam. Mereka menilai pemerintah daerah, khususnya Dishub Kuansing, terkesan lalai dan tidak responsif terhadap persoalan yang seharusnya menjadi prioritas utama.
“Kami heran, biasanya jalur dua ini terang dan indah. Sekarang gelap total, seperti tidak diurus. Di mana tanggung jawab dinas perhubungan?” ujar salah seorang warga, Rabu (18/03/2026).
Kondisi gelap di jalur vital ini tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga membuka potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan risiko tindak kriminal pada malam hari.
Sorotan tajam pun mengarah kepada Kepala Dinas Perhubungan Kuansing, Hendri Wahyudi. Publik menuntut langkah cepat, konkret, dan transparan dari pihak terkait dalam menyelesaikan persoalan ini.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bukan hanya mencerminkan lemahnya pengelolaan fasilitas publik, tetapi juga berpotensi mencoreng wajah Kota Teluk Kuantan di momen penting yang seharusnya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat
