KUANTAN SINGINGI — Polemik kafe atau warung remang-remang di kawasan Simpang Sambung–Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kuantan Singingi (Kuansing), kembali mencuat.
Setelah sebelumnya disorot DPRD Kuansing dan dilakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat) Satpol PP pada Kamis malam (10/9/2026) hingga Jumat dini hari, redaksi kembali menerima laporan warga sejak Minggu (13/9/2026) hingga Rabu (16/9/2026), disertai sejumlah foto lokasi yang disebut berada di kawasan F5.
Warga menyebut salah satu lokasi tersebut merupakan kafe yang diduga dikelola seseorang berinisial B atau dikenal dengan panggilan Bandot.
Sebelumnya, Ketua Bapemperda DPRD Kuansing, Desi Guswita, SE., MM., mempertanyakan mengapa dalam operasi 10 September hanya satu lokasi yang dirazia, sementara menurutnya terdapat dua kafe remang-remang di kawasan tersebut.
“Ada dua cafe remang-remang, ada apa hanya satu di razia,” ujar Desi kepada redaksi pada 11 September 2026.
Dalam operasi tersebut, Satpol PP dilaporkan mengamankan tujuh orang LC dari salah satu warung remang-remang, berikut 15 botol Bir Bintang, delapan unit telepon seluler, satu set mixer dan sejumlah perangkat komunikasi.
Satpol PP sebelumnya menegaskan pemberantasan Pekat dilakukan secara berkelanjutan dan tanpa tebang pilih di seluruh wilayah Kuansing.
Dalam laporan yang diterima Minggu (13/9/2026), warga menyebut adanya dugaan konsumsi narkotika jenis ekstasi atau “inex” di sekitar kafe kawasan F5.
Warga juga mengaitkan sosok yang disebut Bandot dengan dugaan aktivitas pertambangan emas ilegal di sejumlah wilayah Singingi, termasuk Desa Kebun Lado.
Sementara dalam pesan berikutnya pada Rabu (16/9/2026), warga kembali mengeluhkan kafe yang disebut milik Bandot. Warga bahkan mengklaim sosok tersebut tidak takut terhadap razia.
Warga juga menyampaikan klaim bahwa pernah melihat rombongan yang disebut sebagai personel Satpol PP berada di lokasi tersebut pada malam hari.
“…di tompek inyo rupo nyo Sapol PP di situ mangkal minum…” serta “…malam tadi situ awak rupo rombongan sapol PP lagi pesta di situ, bang,” tulis warga dalam pesan yang diterima redaksi.
Redaksi menegaskan seluruh pernyataan tersebut merupakan klaim dan keterangan warga, bukan temuan atau kesimpulan redaksi. Identitas orang yang disebut maupun kebenaran klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Konfirmasi Masih Diupayakan
Redaksi telah berupaya meminta nomor WhatsApp sosok yang disebut Bandot untuk keperluan konfirmasi, namun warga mengaku tidak memiliki kontaknya.
Hingga berita ini ditulis, konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut masih diupayakan.
Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pengelola kafe, sosok yang disebut Bandot, Satpol PP Kuansing, maupun pihak lainnya sesuai ketentuan pers.
Rangkaian laporan ini kembali menempatkan kawasan Simpang Sambung–Sungai Bawang dalam sorotan.
Publik kini menunggu konsistensi pengawasan setelah operasi dilakukan. Apalagi masih muncul laporan mengenai lokasi lain yang disebut belum tersentuh penertiban.
Namun, seluruh tudingan mengenai narkotika, pertambangan ilegal maupun dugaan keterlibatan aparat tetap memerlukan verifikasi, penyelidikan dan pembuktian dari pihak berwenang.
Redaksi tidak menyimpulkan tudingan tersebut benar sebelum terdapat hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari instansi yang berwenang.






