Kuantan Singingi,Riau– Puluhan diduga tempat praktik prostitusi terselubung di kawasan Bukit Betabuh, Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Kembali dikabarkan pada minggu 28/12/2025.
Informasi ini berawal terungkap dari laporan seorang perempuan berinisial AS, yang mengaku bekerja di salah satu warung remang-remang berkedok penjualan minuman kaleng di wilayah tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari, 21 Desember 2025 hingga viral saat itu dan belum diketahui tindak lanjuti hingga Minggu 28/12/2025.
Ketika AS pada seminggu lalu menghubungi awak media melalui pesan WhatsApp. Dalam keterangannya, AS menyampaikan bahwa dirinya didatangi seorang pria yang disebut-sebut sebagai oknum anggota kepolisian, yang dikenal di lokasi tersebut dengan panggilan inisial “Pule”.
Menurut pengakuan AS, oknum tersebut menawarkan jasa hubungan seksual dengan tarif Rp250.000 sekali menginap (sortem). Namun, karena AS menolak permintaan tersebut, oknum yang bersangkutan diduga marah dan mengeluarkan ancaman agar AS tidak lagi bekerja di lokasi tersebut.
“Kalau tidak mau melayani, ngapain kau di sini. Jangan sampai kulihat kau besok masih di sini,” ujar AS menirukan perkataan oknum tersebut kepada awak media.
AS juga mengungkapkan bahwa oknum inisial Pule diduga memiliki atau menguasai sebuah kafe remang-remang di sekitar kawasan Bukit Betabuh, yang dikelola oleh seorang perempuan bernama Wina. Di lokasi tersebut, AS menyebut terdapat sekitar 13 orang perempuan yang diduga berperan sebagai pelayan sekaligus penyedia hiburan malam.
AS mengaku bahwa oknum polisi inisial Pule, selain diduga memiliki dan juga sering diketahui ditempat warung remang-remang yang berada disekitar lokasi kawasan bukit batabuh tersebut. Dan disaat peristiwa kejadian, AS merekam video saat kejadian berlangsung, meskipun visual yang diperoleh tidak terlalu jelas karena kondisi pencahayaan di dalam warung remang-remang.
Selain itu, dari selama seminggu setelah diberitakan dan viral, kemudian beberapa narasumber lainnya selain inisial AS yang mengatakan bahwa Warung Remang-remang wilayah tersebut sangat Menjamur bahkan puluhan tempat dan salah seorang narasumber lainnya memberikan kepada redaksi media beberapa foto wanita pelayan di tempat tersebut.
Keberadaan kafe dan warung remang-remang di kawasan Bukit Betabuh, Desa Kasang, diketahui pernah dilakukan penertiban dan penggusuran, namun hingga kini sejumlah tempat tersebut kembali tumbuh dan bertahan.
Lokasinya yang berada di tepi jalan lintas umum dinilai sangat meresahkan masyarakat, karena selain melanggar norma adat dan agama setempat, juga berdampak buruk terhadap ketertiban umum dan citra daerah.
Secara administratif, tempat-tempat tersebut memang beroperasi sebagai warung atau kedai biasa. Namun, aktivitas hiburan malam serta keberadaan pramusaji perempuan membuatnya diduga kuat sebagai Tempat Hiburan Malam (THM) terselubung.
Masyarakat menilai sulitnya penertiban lokasi-lokasi tersebut diduga akibat adanya oknum aparat yang membekingi dan terdapat dugaan oknum aparat yang turut menjadi bagian dari kepemilikan salah satu usaha tersebut.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dapat menindaklanjuti laporan ini secara serius, transparan, dan profesional, serta menindak tegas siapapun yang terlibat tanpa pandang bulu, guna menjaga marwah hukum dan ketertiban sosial di Kabupaten Kuantan Singingi.
Catatan Redaksi:
Seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini belum terbukti secara hukum, dan redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, serta membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak terkait.
Tim/redaksi
