Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias Jadi Sorotan dalam Seminar Nasional di Jakarta

Jakarta, 20 Juni 2026 – Forum Juang Ononiha (FJO) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias: Peluang Emas Pembangunan atau Tantangan Baru?” di Ruang Seminar Lantai 3 Gedung A-B Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peluang, tantangan, dan implikasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias dari berbagai perspektif, mulai dari hukum, pembangunan, ekonomi, sosial, budaya, hingga tata kelola pemerintahan.

Seminar nasional tersebut merupakan wujud komitmen mahasiswa dan pemuda Nias dalam mendorong diskursus pembangunan daerah yang berbasis kajian akademik serta menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif bagi masa depan Kepulauan Nias yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Wacana pembentukan Provinsi Kepulauan Nias telah berkembang selama bertahun-tahun sebagai bagian dari aspirasi masyarakat Kepulauan Nias. Aspirasi tersebut didorong oleh kondisi geografis wilayah yang terpisah dari daratan utama Provinsi Sumatera Utara, kebutuhan percepatan pembangunan, pemerataan pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Secara konstitusional, pembentukan daerah otonom baru merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selain itu, mekanisme pembentukan daerah juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagai salah satu kawasan kepulauan terluar Indonesia yang berada di Samudera Hindia, Kepulauan Nias memiliki posisi strategis dalam konteks pembangunan nasional maupun geopolitik Indonesia. Wilayah ini terdiri atas lima daerah administrasi, yakni Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, dan Kabupaten Nias Barat yang memiliki potensi besar pada sektor pariwisata, kelautan dan perikanan, pertanian, ekonomi kreatif, serta pengembangan sumber daya manusia.

Selain potensi ekonomi, Kepulauan Nias juga memiliki kekayaan budaya yang telah dikenal luas, seperti Tradisi Hombo Batu (Lompat Batu), Tari Perang Faluaya, Rumah Adat Omo Hada, serta berbagai nilai kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur Ono Niha. Kekayaan budaya tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berakar pada identitas dan nilai-nilai lokal.

Ketua Panitia Seminar Nasional, Emon Wirawan Harefa, menegaskan bahwa seminar ini diharapkan menjadi forum dialog yang objektif, ilmiah, dan inklusif bagi seluruh elemen masyarakat.

“Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias merupakan isu strategis yang perlu dikaji secara komprehensif dan bertanggung jawab. Melalui seminar ini, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang terbuka sehingga berbagai pandangan, baik yang mendukung maupun yang kritis, dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah-langkah terbaik bagi kemajuan masyarakat Kepulauan Nias,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, tokoh pemuda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Forum Juang Ononiha dalam menyelenggarakan seminar nasional tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan, konsolidasi, dan peran strategis generasi muda dalam mengawal pembangunan daerah.

“Seminar ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Semangat yang lahir dari forum ini harus diwujudkan melalui kerja nyata, konsistensi, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Pemuda Kepulauan Nias harus terus bertumbuh menjadi generasi yang bersatu, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” tegasnya.

Forum Juang Ononiha memandang bahwa pembahasan mengenai pembentukan Provinsi Kepulauan Nias tidak semata-mata berkaitan dengan aspek administratif pemerintahan, melainkan juga menyangkut arah pembangunan jangka panjang, penguatan identitas budaya, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penciptaan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui seminar nasional ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis dan masukan akademik yang konstruktif bagi pemerintah, pemangku kepentingan, akademisi, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam merumuskan arah pembangunan Kepulauan Nias ke depan.

Forum Juang Ononiha juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan demi terwujudnya Kepulauan Nias yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Tentang Forum Juang Ononiha (FJO)

Forum Juang Ononiha (FJO) merupakan organisasi yang menghimpun mahasiswa dan pemuda Nias dari berbagai daerah di Indonesia. FJO hadir sebagai wadah konsolidasi, pengembangan kapasitas generasi muda, serta ruang kolaborasi untuk mengawal berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan, pendidikan, kebudayaan, dan kemajuan Kepulauan Nias.

Narahubung Media: Forum Juang Ononiha (FJO) Email:

Telepon/WhatsApp: +62 821-9184-4007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *