Polres Pasaman Barat Hijaukan Bekas Tambang Galian C, Wujud Nyata Kepedulian terhadap Lingkungan

Pasaman Barat – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus ditunjukkan Polres Pasaman Barat melalui aksi penanaman pohon di kawasan bekas tambang galian C di sepanjang aliran Sungai Batang Toman, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, beberapa hari lalu.

Kegiatan yang dikemas dalam Gerakan Penghijauan Sejuk Asri ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Program tersebut juga menjadi wujud komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pembangunan berkelanjutan.

Sebelum penanaman pohon dilaksanakan, jajaran Polres Pasaman Barat mengikuti konferensi virtual bersama Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, dari Kota Sawahlunto dalam kegiatan bertajuk “Hijaukan Sumbar Kembali” yang diikuti seluruh satuan wilayah Polda Sumatera Barat.

Dalam arahannya, Kapolda Sumatera Barat menegaskan bahwa gerakan penghijauan merupakan bentuk nyata kontribusi Polri dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung kebijakan pelestarian lingkungan yang menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Melalui gerakan ini diharapkan tercipta lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan lestari sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Kapolda juga menekankan bahwa peran Polri saat ini tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kolaborasi bersama masyarakat dalam menjaga dan merawat lingkungan hidup.

Di tempat terpisah, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., melalui Kabag Ops Kompol Fahrel Haris mengatakan, hingga pertengahan tahun 2026 Polres Pasaman Barat telah menanam sekitar 1.000 batang pohon di berbagai lokasi sebagai bagian dari program penghijauan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan penghijauan telah dilaksanakan secara bertahap, mulai dari kawasan Pantai Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kecamatan Talamau, Kecamatan Luhak Nan Duo, hingga kini menyasar kawasan aliran Sungai Batang Toman yang sebelumnya terdampak aktivitas penambangan pasir dan sirtu.

“Setelah kawasan pesisir dan daerah rawan bencana, kini fokus penghijauan diarahkan ke kawasan aliran sungai sebagai bagian dari upaya memulihkan kondisi lingkungan pascaaktivitas penambangan,” ujar Kompol Fahrel Haris.

Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Polres Pasaman Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, dan berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama menyediakan bibit pohon penghijauan maupun tanaman produktif seperti durian, alpukat, lengkeng, petai, dan jengkol.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya mampu memulihkan kondisi lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

Kompol Fahrel Haris turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi bersama kepolisian dalam menjaga kawasan sungai melalui kegiatan reklamasi dan penghijauan, khususnya di lokasi bekas tambang galian C.

Inisiatif yang digagas Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto bersama seluruh personelnya menjadi bukti nyata kehadiran Polri yang humanis, peduli terhadap lingkungan, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat.

Melalui Gerakan Penghijauan Sejuk Asri, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga dan memulihkan lingkungan sehingga kelestarian alam dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

(Rz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *