Hasil investigasi tim wartawan menemukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin di sejumlah wilayah Kuantan Hilir Seberang. Ratusan rakit disebut beroperasi, sementara nama oknum Babinsa inisial Evi muncul dalam informasi lapangan dan telah dikonfirmasi redaksi.
KUANTAN SINGINGI, RIAU — Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) diduga masih marak di wilayah Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Hal itu berdasarkan investigasi tim wartawan pada Kamis, 10 September 2026. Hasil berupa foto, video, dan keterangan lapangan kemudian disampaikan kepada redaksi pada Jumat, 11 September 2026.
Dalam video yang diterima redaksi, terlihat kawasan aktivitas pertambangan yang cukup luas. Sejumlah orang tampak melakukan aktivitas penambangan dan penyaringan material yang diduga hasil tambang emas.
Informasi dari tim menyebutkan, jumlah rakit yang beroperasi di sekitar wilayah Desa Rawang Ogung dan Desa Teratak Jering bahkan disebut mencapai ratusan unit, menggunakan mesin dompeng dan peralatan lainnya.
Dalam rekaman juga terdengar suara yang menyebut, “apakah capai 20 gram ini?” Namun, redaksi belum dapat memastikan maksud dan kebenaran jumlah emas yang disebut dalam percakapan tersebut.
Nama Inisial Evi Disebut
Di tengah penelusuran tersebut, tim wartawan memperoleh informasi yang menyebut nama seorang oknum Babinsa berinisial Evi yang diduga dikaitkan dengan kepemilikan salah satu rakit di kawasan tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh di lapangan ada dugaan keterlibatannya. Dia pun disebut-sebut sebagai pemilik rakit di lokasi tersebut,” ujar salah seorang anggota tim kepada redaksi.
Tim lainnya menyebut belum dapat memastikan titik persis lokasi yang dikaitkan dengan informasi tersebut karena kawasan aktivitas berada di sekitar perbatasan Desa Rawang Ogung dan Desa Teratak Jering.
Selain dua desa tersebut, aktivitas PETI juga disebut terpantau di Desa Koto Rajo. Ketiga desa tersebut berada di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang.
Inisial Evi Beri Tanggapan
Redaksi kemudian melakukan konfirmasi kepada inisial Evi melalui WhatsApp pada Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 16.13 WIB.
Menanggapi pertanyaan redaksi terkait informasi dugaan keterlibatan dan kepemilikan rakit tersebut, Evi menjawab:
Saya gak ada lagi punya yg bapak sebutkan ya pak🤲🙏.”
Redaksi kemudian menyampaikan terima kasih atas tanggapan tersebut, yang kembali dijawab Evi dengan, “Ok pak.”
Dengan adanya tanggapan tersebut, dugaan keterlibatan maupun kepemilikan rakit oleh inisial Evi belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang terbukti. Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang namanya disebut maupun pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini.






