Nias Barat – Suasana duka yang khidmat menyelimuti rumah duka keluarga Melinus Hia di Desa Sisobaoho, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Rabu (10/06/2026). Sejumlah tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, pimpinan organisasi, dan perwakilan lembaga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus penguatan kepada keluarga yang berduka atas meninggalnya orang tua Melinus Hia.
Prosesi melayat dilaksanakan sesaat sebelum jenazah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh nuansa kekeluargaan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Camat Mandrehe Barat Firman Zai, S.K.M., mantan Plt. Kadis Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Barat, jajaran pengurus DPD Partai Perindo Kabupaten Nias Barat, Ketua DPD Ormas/LSM Pedang Keadilan Perjuangan (PKP) Kabupaten Nias Barat, Kepala Cabang Pensiunku Kabupaten Nias Barat, serta Tim Ezokhi Pada Masanya.
Dalam rangkaian acara, sejumlah tokoh menyampaikan kata-kata penghiburan dan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Mewakili DPD Partai Perindo Kabupaten Nias Barat, Fatieli Zebua dalam sambutannya mengajak keluarga untuk tetap teguh dalam iman serta menerima peristiwa duka tersebut sebagai bagian dari rencana Tuhan.
“Kepergian orang tua kita ini bukanlah karena unsur dari mana pun, apalagi dari sesama manusia. Bagi kita umat Nasrani, kita mengimani bahwa kepergian orang tua kita adalah murni kehendak dan rencana Tuhan yang terbaik,” ujar Fatieli Zebua.
Sementara itu, Kepala Cabang Pensiunku Kabupaten Nias Barat, Alestari Zebua, mengenang sosok almarhum/almarhumah sebagai pribadi yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan aktif membantu masyarakat.
“Kita mengingat betul bagaimana dedikasi orang tua kita pada masanya. Beliau sangat peduli dengan masyarakat, terutama dalam membantu dan mengawal penyaluran berbagai bantuan sosial bagi warga di Desa Sisobaoho, Kecamatan Mandrehe Barat,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Camat Mandrehe Barat Firman Zai memberikan penguatan rohani kepada keluarga besar Melinus Hia agar tetap tabah menghadapi masa-masa dukacita.
“Bagi kita semua, terkhusus pengikut Kristus, kematian orang percaya bukanlah sebuah kekalahan, melainkan suatu kemenangan di dalam Kristus Yesus,” tegasnya.
Sebagai penutup rangkaian prosesi melayat, dilaksanakan ibadah singkat yang diisi dengan pujian dan doa bersama. Ibadah tersebut dipimpin oleh mantan Ephorus ONKP, Bagolo Hia, yang mengajak seluruh keluarga dan pelayat menyerahkan seluruh proses pemakaman ke dalam penyertaan Tuhan.
Melalui doa penguatan tersebut, keluarga yang berduka diharapkan memperoleh ketabahan dan penghiburan, sementara seluruh rangkaian pemakaman dapat berlangsung dengan lancar dan penuh damai.






