TELUK KUANTAN — Miris. Anak sungai yang berada di tengah permukiman masyarakat Snambek, Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kondisinya semakin memprihatinkan.
1. Link video
Berada hanya sekitar 50 meter dari Bundaran Tugu Sarano, tepatnya di belakang Gudang Acong, saluran sungai yang disebut telah dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi sejak puluhan tahun lalu itu kini dipenuhi endapan tanah, rerumputan, tumbuhan liar, sampah dan berbagai kotoran.
Kondisi tersebut membuat aliran air tidak lagi berjalan lancar. Tak hanya terlihat kumuh, bau tidak sedap juga mulai mengganggu warga yang bermukim di sekitar aliran sungai.
Ironisnya, berdasarkan keterangan masyarakat di lokasi, sejak saluran tersebut dibangun, belum pernah dilakukan pembersihan maupun pengerukan. Kondisi ini yang menjadi sorotan warga hingga Sabtu (8/8/2026).
Rukun Kampung (RK) Lingkungan III Snambek, Pak Ramli, akhirnya buka suara. Ia meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi dan dinas terkait segera turun tangan sebelum kondisi tersebut semakin parah.
Ramli bahkan meminta agar pemerintah segera menurunkan alat berat jenis ekskavator untuk melakukan pengerukan dan pembersihan saluran sungai.
“Kami meminta pemerintah daerah maupun dinas terkait segera turun melihat kondisi sungai ini. Kalau bisa segera turunkan ekskavator untuk membersihkan dan mengeruknya, supaya air bisa kembali mengalir dengan lancar,” ujar Ramli, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Ramli, persoalan tersebut bukan lagi sekadar masalah estetika lingkungan. Tumpukan sampah, kotoran, endapan tanah dan tumbuhan liar yang memenuhi saluran dikhawatirkan menjadi sumber bau serta tempat berkembangnya nyamuk.
“Ini berada di tengah permukiman warga. Bau terasa, nyamuk juga banyak. Tentunya masyarakat merasa terganggu dan kami khawatir kondisi seperti ini bisa berdampak terhadap kesehatan, terutama anak-anak,” katanya.
Warga Minta Jangan Menunggu Kondisi Semakin Parah
Ramli berharap keluhan masyarakat tersebut tidak berhenti sebatas laporan, melainkan segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi.
Menurutnya, pemerintah perlu melihat kondisi sebenarnya di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
“Kami berharap jangan menunggu sampai kondisinya semakin parah. Ini sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Kalau memang perlu dikeruk dan dibersihkan, kami berharap segera dilakukan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan menjadi penting apalagi karena saat ini Kota Teluk Kuantan tengah berada dalam suasana budaya Pacu Jalur serta memasuki momentum bulan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Apalagi sekarang momen Pacu Jalur dan bulan Agustus. Kita tentu ingin Kota Teluk Kuantan terlihat bersih, indah dan nyaman. Jangan sampai di tengah kota masih ada saluran seperti ini yang luput dari perhatian,” pungkas Ramli.
Hasil Pantauan: Endapan Tanah dan Sampah Memenuhi Saluran
Wartawan bersama redaksi kemudian mendatangi lokasi dan mendokumentasikan kondisi anak sungai tersebut dalam bentuk video.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian saluran telah mengalami pendangkalan. Dasar sungai tampak dipenuhi endapan tanah, sementara rerumputan dan tumbuhan liar tumbuh di sejumlah titik.
Sampah dan berbagai kotoran juga terlihat menumpuk di beberapa bagian saluran.
Kondisi tersebut membuat keberadaan anak sungai di tengah permukiman masyarakat terlihat kumuh dan dikhawatirkan semakin menghambat kelancaran aliran air apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan pengecekan serta mengambil langkah konkret terhadap kondisi saluran tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi dan dinas terkait untuk mendapatkan penjelasan mengenai kondisi anak sungai tersebut, termasuk apakah terdapat rencana pembersihan atau pengerukan dalam waktu dekat.






