Kejar Eliminasi TBC 2030, Pemkab Pasaman Gencarkan Tracking TBC Terintegrasi CKG

Puskesmas Sundatar menyasar masyarakat berisiko melalui pemeriksaan kesehatan, laboratorium, dan sputum sebagai upaya deteksi dini serta memutus mata rantai penularan TBC.

PASAMAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya penemuan kasus dan pencegahan penularan Tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kegiatan tracking TBC yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Puskesmas Sundatar di Nagari Aia Manggih Utara, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kamis (10/9/2026), bertempat di Masjid Koto Randah.

Antusiasme masyarakat terlihat dalam kegiatan tersebut. Warga tampak hadir untuk mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan sekaligus mendapatkan edukasi terkait penyakit TBC.

Kegiatan tracking TBC terintegrasi CKG ini turut difasilitasi oleh Wali Nagari Aia Manggih Utara, Rahmad Rinaldi.

Kepala Puskesmas Sundatar, Lusia Sasri, mengatakan kegiatan tracking TBC tersebut telah dilaksanakan di sejumlah nagari dan saat ini masih menyisakan dua nagari yang akan menjadi sasaran kegiatan.

Tracking TBC dan CKG kami laksanakan sesuai dengan jumlah nagari, yaitu tujuh nagari,” kata Lusia.

Sasar Warga Berisiko Tertular TBC

Lusia menjelaskan, sebelum pelaksanaan tracking, petugas terlebih dahulu mengidentifikasi dan mengumpulkan masyarakat yang masuk dalam kelompok berisiko tertular TBC.

Para sasaran kemudian menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan, mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan laboratorium, hingga pemeriksaan sputum atau dahak.

Tidak hanya pemeriksaan, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai penyakit TBC. Edukasi tersebut menghadirkan narasumber spesialis paru untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya, gejala, pencegahan, serta pentingnya pengobatan TBC hingga sembuh.

Deteksi dini merupakan langkah terbaik untuk menghentikan penularan TBC,” tegas Lusia.

Dalam setiap pelaksanaan tracking, sekitar 100 orang menjadi sasaran pemeriksaan. Namun, hasil pemeriksaan untuk mengetahui jumlah warga yang dinyatakan positif TBC hingga saat ini masih dalam proses dan belum keluar.

Menurut Lusia, pemeriksaan kesehatan secara langsung di tengah masyarakat menjadi salah satu upaya penting dalam menemukan kasus TBC sedini mungkin.

Dengan ditemukannya kasus lebih awal, masyarakat yang dinyatakan positif dapat segera mendapatkan penanganan dan pengobatan. Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu memutus mata rantai penularan TBC di lingkungan masyarakat.

Masyarakat Diminta Tidak Ragu Periksa ke Puskesmas

Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan dan segera melakukan pemeriksaan apabila memiliki gejala atau merasa memiliki risiko tertular TBC.

Masyarakat juga diharapkan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia di puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secara tepat.

Segera periksakan diri ke puskesmas agar kasus TBC bisa ditemukan secara dini dan dapat diobati sampai sembuh, sehingga penularan bisa dicegah,” imbau Lusia.

Upaya tracking TBC yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya deteksi dini dan pengobatan TBC.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Kesehatan dalam mendukung target Indonesia Eliminasi TBC Tahun 2030.

(Rz)