Kuantan Singingi – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak di wilayah Desa Kompe Berangin, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi. Berdasarkan hasil investigasi lapangan pada Sabtu (21/02/2026), sedikitnya 15 unit rakit dompeng terpantau beroperasi secara bebas, bahkan berlokasi tepat di belakang fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas Cerenti.
Suara bising mesin dompeng kini menjadi keseharian warga sekitar. Aktivitas tersebut dinilai berlangsung terang-terangan tanpa adanya rasa takut terhadap aparat penegak hukum maupun ketentuan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut.
“Ada sekitar 15 rakit yang bekerja di sini. Mereka beroperasi terang-terangan, seperti tidak ada aturan. Kami heran, kenapa belum ada tindakan tegas,” ujarnya.
Keberadaan aktivitas PETI di belakang Puskesmas memunculkan sejumlah kekhawatiran serius, antara lain:
1. Ancaman Fisik
2. Potensi abrasi dan pergerusan tanah yang dapat mengancam struktur serta fondasi bangunan Puskesmas.
3. Ancaman Kesehatan dan Lingkungan
4. Risiko pencemaran lingkungan akibat penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri, yang berpotensi mencemari sumber air di sekitar fasilitas kesehatan dan permukiman warga.
Masyarakat menilai kondisi ini mencederai supremasi hukum dan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap keselamatan warga serta kualitas lingkungan hidup. Hingga rilis ini disampaikan, pihak kepolisian sektor setempat belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penertiban yang akan dilakukan.
Warga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera mengambil tindakan tegas guna menghentikan aktivitas PETI di wilayah tersebut serta memastikan perlindungan terhadap fasilitas umum dan keselamatan masyarakat.
Demikian Rilis ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan tindak lanjut sebagaimana mestinya.
Kuantan Singingi, 23 Februari 2026

