PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K., M.Si menegaskan bahwa setiap personel Polri wajib mengedepankan pelayanan yang cepat, responsif, humanis, dan berintegritas. Ia mengingatkan, persoalan yang dihadapi masyarakat harus segera ditangani tanpa harus menunggu viral di media sosial.
Pesan tegas tersebut disampaikan Irjen Arman saat memberikan arahan dalam kegiatan Commander Wish terkait program prioritas dan kebijakan pimpinan Polri Tahun 2026 di Aula Tri Brata Lantai 5 Mapolda Riau, Rabu (14/10/2026) pagi.
Kegiatan itu dihadiri Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu, para pejabat utama Polda Riau, serta para Kapolres dan Kapolresta jajaran.
Di hadapan jajaran, Kapolda menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Setiap laporan, keluhan, dan persoalan warga harus direspons secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.
“Jangan sampai masyarakat merasa keadilan hanya bisa diperoleh setelah suatu peristiwa menjadi viral,” tegas Irjen Arman.
Menurutnya, kebijakan pimpinan Polri tidak boleh berhenti sebagai program administratif semata. Seluruh kebijakan harus diwujudkan melalui perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku personel dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Ia menilai, berbagai program prioritas yang telah berjalan perlu terus diperkuat agar pelaksanaannya lebih terukur, akuntabel, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kapolda juga mengingatkan seluruh anggota agar tidak menyalahgunakan seragam dan kewenangan untuk kepentingan pribadi. Setiap personel dituntut menjaga kehormatan institusi melalui sikap profesional, integritas, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Polri harus hadir di tengah masyarakat, bukan menciptakan jarak,” menjadi pesan penting yang harus diimplementasikan seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pimpinan Harus Menjadi Teladan, Bukan Sekadar Memberi Perintah
Tak hanya menyoroti kualitas pelayanan, Irjen Arman juga menekankan pentingnya keteladanan para pimpinan di setiap tingkatan, mulai dari Kapolres, Kapolsek hingga kepala satuan kerja.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memberikan perintah. Pimpinan harus berani mengambil keputusan, melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, serta bertanggung jawab terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing.
Keteladanan pimpinan dinilai menjadi faktor penting dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Perkuat Green Policing dan Democratic Policing
Dalam mendukung transformasi Polri, Kapolda Riau turut mendorong penguatan Green Policing dan Democratic Policing sebagai pendekatan kepolisian yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menekankan bahwa program kepolisian harus mampu memberikan dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Berbagai upaya, mulai dari pelestarian lingkungan, perlindungan satwa, pembangunan fasilitas publik hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, perlu diarahkan pada hasil nyata dan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Intelijen Harus Mampu Membaca Potensi Gangguan Sejak Dini
Di bidang keamanan, Irjen Arman meminta fungsi intelijen memperkuat analisis prediktif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Sejumlah tantangan yang menjadi perhatian di Provinsi Riau meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), konflik lahan, peredaran narkotika, pertambangan tanpa izin (PETI), kejahatan lintas batas, serta berbagai dinamika sosial lainnya.
Untuk itu, patroli dan penempatan personel harus dilakukan berdasarkan pemetaan kerawanan, data kejadian, serta analisis waktu dan lokasi yang membutuhkan kehadiran polisi.
Dengan langkah yang terencana dan berbasis data, upaya pencegahan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga potensi gangguan keamanan bisa diantisipasi sejak dini.
Tingkatkan Pelayanan, Jaga Integritas, Bangun Kepercayaan Publik
Melalui kegiatan Commander Wish tersebut, Kapolda Riau mengajak seluruh jajaran memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga integritas, serta membangun kemitraan yang erat dengan masyarakat.
Penegasan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari pelaksanaan program atau banyaknya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat, menyelesaikan persoalan secara profesional, dan menghadirkan rasa aman serta keadilan.






