Mandailing Natal,- 9 Januari 2026 Satuan Mahasiswa (SATMA) AMPI Kabupaten Mandailing Natal secara resmi menyampaikan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) terkait dugaan permasalahan pada proyek pembangunan Puskesmas di Kabupaten Mandailing Natal.

Pengaduan tersebut disampaikan langsung oleh Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Saleh, pada Jumat (9/1/2026), kepada sejumlah institusi strategis daerah, yakni Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, DPRD Kabupaten Mandailing Natal, Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal, serta Kejaksaan Negeri Mandailing Natal.

Muhammad Saleh menjelaskan bahwa pelaporan ini merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap pengelolaan anggaran publik, khususnya pada sektor pelayanan kesehatan yang menyentuh kepentingan dasar masyarakat.

“Laporan ini kami sampaikan berdasarkan berbagai temuan dan sorotan masyarakat terkait proyek pembangunan Puskesmas, mulai dari keterlambatan penyelesaian pekerjaan hingga kualitas pembangunan yang dinilai perlu diuji secara objektif,” ujar Muhammad Saleh.
Ia menegaskan bahwa proyek Puskesmas memiliki peran vital dalam pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, setiap indikasi penyimpangan, keterlambatan, maupun potensi kerugian negara harus ditindaklanjuti secara serius dan transparan.
“Jika terdapat indikasi penyimpangan atau potensi kerugian negara, maka wajib dilaporkan agar persoalan menjadi terang-benderang dan tidak menjadi preseden buruk dalam pengelolaan anggaran daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muhammad Saleh menekankan bahwa langkah SATMA AMPI Mandailing Natal ini tidak bermuatan kepentingan politik, melainkan murni sebagai upaya mendorong transparansi, akuntabilitas, serta penegakan hukum dalam tata kelola pemerintahan daerah.
SATMA AMPI Mandailing Natal juga mendorong Inspektorat Daerah untuk melakukan audit secara menyeluruh, DPRD Kabupaten Mandailing Natal menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, serta Kejaksaan Negeri Mandailing Natal menelaah laporan pengaduan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami berharap laporan Dumas ini ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan terbuka demi kepentingan masyarakat dan seluruh rakyat Mandailing Natal,” tutup Muhammad Saleh.
SATMA AMPI Mandailing Natal menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan laporan ini hingga terdapat kejelasan serta hasil konkret dari instansi terkait.
Tim/redaksi






