Dugaan PETI di Pulau Lowe Kembali Disorot, Pidi Belum Berikan Klarifikasi atas Sejumlah Pertanyaan Wartawan

KUANTAN SINGINGI — Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Pulau Lowe atau Pulau Ingu, Desa Sako, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kembali menjadi perhatian. Di tengah informasi mengenai aktivitas ekskavator dan dugaan adanya tawaran maupun pemberian uang kepada wartawan yang melakukan peliputan, upaya konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait terus dilakukan untuk memperoleh kejelasan.

Dalam rangka pendalaman informasi dan penerapan prinsip keberimbangan pemberitaan, wartawan sekaligus redaksi, ATHIA, telah menyampaikan tautan berita terdahulu kepada seseorang bernama Pidi melalui pesan WhatsApp pada saat berita tersebut diterbitkan.

Pemberitaan yang dimaksud berjudul “PETI di Pulau Lowe Pangean Kembali Disorot, Ekskavator Beroperasi, Tawaran dan Pengakuan Pemberian Uang Terungkap”, yang diterbitkan oleh media Intelijen Jenderal pada 26 Oktober 2026.

Konfirmasi Lanjutan Dikirim, Belum Ada Jawaban

Tidak berhenti pada konfirmasi awal, ATHIA kembali menghubungi Pidi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (27/10/2026), sekitar pukul 09.32 WIB.

Dalam pesan tersebut, ATHIA secara khusus meminta klarifikasi mengenai dugaan aktivitas PETI di Pulau Lowe, termasuk kemungkinan keterlibatan Pidi dalam kepemilikan, pengelolaan, pengoperasian, pembiayaan, maupun penyediaan sarana pertambangan di lokasi tersebut.

Sejumlah pertanyaan lain juga diajukan, antara lain mengenai hubungan Pidi dengan Agus Nanto dan Peri alias Boyek, identitas pemilik ekskavator yang dilaporkan beroperasi di kawasan tersebut, serta pengetahuan Pidi mengenai penertiban PETI yang sebelumnya dilakukan.

Selain itu, konfirmasi turut menyentuh informasi mengenai dugaan tawaran atau pemberian uang kepada wartawan yang melakukan peliputan di kawasan Pulau Lowe.

Dalam pesan konfirmasi tersebut, ATHIA menegaskan bahwa permintaan keterangan dilakukan untuk menghindari kesalahan informasi sekaligus memberikan kesempatan kepada pihak yang namanya disebut dalam informasi yang sedang ditelusuri untuk menyampaikan penjelasan.

Pidi juga diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi, bantahan, maupun bukti pendukung apabila terdapat informasi yang dinilai tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Namun, berdasarkan keterangan wartawan hingga berita ini disusun pada Selasa malam (27/10/2026), pesan konfirmasi lanjutan tersebut telah menunjukkan status terkirim dan terbaca, tetapi belum mendapatkan tanggapan dari Pidi.

Dengan demikian, belum terdapat keterangan langsung dari yang bersangkutan yang dapat dimuat untuk menjelaskan sejumlah pertanyaan tersebut.

Tidak adanya tanggapan hingga batas waktu penyusunan berita ini tidak dapat dimaknai sebagai pengakuan ataupun bukti keterlibatan Pidi dalam dugaan aktivitas PETI. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi apabila yang bersangkutan bersedia memberikan keterangan di kemudian hari.

Pemberitaan Sebelumnya Turut Menyoroti Penertiban PETI

Sebelumnya, media lain yang masih berada dalam tim pemberitaan yang sama juga telah menerbitkan laporan berjudul “Penertiban PETI di Pulau Lowe Diduga Formalitas, Masyarakat Sebut Agusnanto yang Mengatur Skenario”.

Pemberitaan tersebut mengangkat informasi dan keterangan masyarakat mengenai penertiban aktivitas PETI di kawasan Pulau Lowe.

Berbagai informasi yang berkembang tersebut perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi terhadap sumber-sumber yang relevan, termasuk pihak yang disebut dalam pemberitaan, aparat penegak hukum, serta instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan kegiatan pertambangan.

Dugaan adanya aktivitas pertambangan tanpa izin, penggunaan alat berat, maupun informasi mengenai tawaran atau pemberian uang kepada wartawan merupakan persoalan yang perlu diperiksa berdasarkan bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Oleh sebab itu, setiap informasi yang menyangkut individu tertentu harus tetap ditempatkan sebagai dugaan atau keterangan sumber sampai terdapat verifikasi yang memadai.

Klarifikasi Tetap Terbuka

Upaya konfirmasi kepada Pidi merupakan bagian dari pelaksanaan tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi dari berbagai pihak yang relevan sebelum menarik kesimpulan mengenai persoalan yang sedang ditelusuri.

Redaksi menilai, kejelasan mengenai aktivitas pertambangan di Pulau Lowe perlu diperoleh melalui penelusuran yang menyeluruh, termasuk mengenai pihak yang menguasai atau mengoperasikan alat berat, status perizinan kegiatan, serta tindak lanjut aparat terhadap dugaan aktivitas PETI di kawasan tersebut.

Apabila terdapat pihak yang memiliki informasi atau bukti relevan, keterangan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam memperjelas duduk perkara.

Hingga berita ini disusun, Pidi belum memberikan jawaban atas konfirmasi lanjutan yang disampaikan ATHIA pada Selasa pagi.

Redaksi tetap memberikan kesempatan kepada Pidi dan pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi atau hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Perkembangan lebih lanjut akan ditelusuri berdasarkan informasi yang terverifikasi, dengan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan, akurasi, dan praduga tak bersalah.

(ATHIA/Redaksi)