Berita  

Tambang Emas Ilegal Resahkan Santri: Ujung Danau Kebun Nopi Jadi Ladang Perusak

Kuantan Mudik, Riau – Dugaan aktivitas tambang emas ilegal kembali mencoreng wajah penegakan hukum di Kuantan Singingi. Kali ini, aktivitas haram tersebut didapati beroperasi di ujung Danau Kebun Nopi, Desa Bukit Pedusunan, tepat di sekitar kawasan Pondok Pesantren Al-Tsurayya.

Bukannya hanya mencemari air dan merusak ekosistem danau, para penambang rakus ini juga mengganggu kenyamanan para santri yang sedang menimba ilmu agama. Bagaimana tidak, kegiatan mereka berlangsung di malam hari dengan alat berat dan mesin sedot emas yang menimbulkan suara bising hingga larut malam.

“Suara mesin itu jelas mengganggu istirahat santri. Mereka datang bukan siang, tapi malam hari, seperti pencuri yang merampok ketenangan orang lain,” tegas Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) di lingkungan pesantren tersebut.

Keresahan ini sudah bukan lagi sekadar isu, melainkan ancaman nyata terhadap kenyamanan dan keselamatan lingkungan sekitar. Warga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polsek Kuantan Mudik, agar segera turun tangan.

“Kalau dibiarkan, jangan salahkan masyarakat jika menilai aparat seolah tutup mata. Tambang ilegal bukan hanya merusak alam, tapi juga merampas hak para santri untuk belajar dan beristirahat dengan tenang,” ujar salah seorang tokoh masyarakat dengan nada geram.

Warga lain bahkan lebih blak-blakan. “Kalau aparat tidak berani menindak, berarti ada yang bermain di balik ini. Jangan-jangan ada oknum yang ikut menikmati hasil kotor tambang itu. Kami masyarakat kecil sudah muak, suara santri pun tidak dianggap,” ucap seorang warga dengan nada pedas.

Aktivitas tambang emas ilegal di Riau memang bukan cerita baru. Namun, ketika praktik kotor itu sudah mengusik pondok pesantren, jelas ada batas kesabaran yang akan meledak. Pertanyaannya, sampai kapan pihak berwenang hanya menonton?