SPBU di Pangean Diduga Jadi Sarang Pelangsir Solar Subsidi, Kedatangan Polisi Disebut Hanya Menenangkan Tanpa Tindakan

KUANTAN SINGINGI, RIAU — Dugaan praktik mafia BBM subsidi jenis solar kembali mencuat di SPBU nomor 14.295.6126 yang berada di Desa Sako, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Jumat (22/5/2026).

Ironisnya, aktivitas yang diduga berlangsung terang-terangan tersebut disebut terjadi tanpa pengawasan resmi operator maupun pengelola SPBU. Seorang oknum yang mengaku sebagai security justru diduga mengambil alih aktivitas penyaluran BBM subsidi kepada para pelangsir.

Berdasarkan hasil investigasi tim di lapangan, sejumlah kendaraan roda empat dan sepeda motor terlihat keluar masuk melakukan pengisian solar subsidi secara berulang-ulang. Dugaan kuat, BBM tersebut akan disalurkan untuk memasok aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak di wilayah Kuansing.

Tim investigasi juga memperoleh sejumlah bukti foto dan video yang memperlihatkan aktivitas dugaan pelangsiran tersebut. Informasi itu diperkuat oleh keterangan narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Oknum Mengaku Security Kuasai Aktivitas Pengisian

Yang paling mengejutkan, selama tim berada di lokasi, tidak terlihat satu pun operator resmi maupun pengawas SPBU menjalankan tugas.

Sebaliknya, aktivitas pengisian BBM justru dilakukan oleh seorang oknum yang mengaku sebagai security SPBU. Saat dimintai menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA), oknum tersebut mengaku tidak memilikinya dan hanya mengenakan seragam security.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait sistem pengawasan dan dugaan pembiaran terhadap praktik penyaluran BBM subsidi yang diduga tidak sesuai aturan.

Diduga Jadi Pemasok Solar untuk PETI

Praktik pelangsiran BBM subsidi di SPBU tersebut diduga bukan hal baru. Modus yang digunakan para pelaku disebut memakai kendaraan dengan tangki modifikasi untuk membeli solar subsidi dalam jumlah besar.

Setelah itu, BBM diduga ditimbun sebelum dikirim ke lokasi aktivitas tambang emas ilegal atau PETI yang masih marak beroperasi di Kabupaten Kuansing.

Jika dugaan tersebut benar, maka praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga dinilai menjadi bagian dari rantai distribusi ilegal yang menopang aktivitas tambang tanpa izin.

Pernah Digerebek, Tapi Diduga Tak Ada Efek Jera

Sebelumnya, aparat Ditreskrimsus Polda Riau bersama Polres Kuansing diketahui pernah melakukan penggerebekan terhadap gudang penimbunan BBM yang diduga berkaitan dengan aktivitas di SPBU tersebut.

Dalam operasi itu, aparat dikabarkan menyita ribuan liter solar subsidi atau sekitar 1,2 ton BBM yang disimpan dalam puluhan jeriken di wilayah sekitar Pangean.

Namun, penindakan tersebut diduga tidak memberikan efek jera. Faktanya, berdasarkan temuan terbaru pada Jumat (22/5/2026), aktivitas pelangsiran disebut masih terus berlangsung bahkan dinilai semakin berani dan terbuka.

Wartawan Pernah Diduga Diintimidasi

Tidak hanya dugaan mafia BBM subsidi, sebelumnya sejumlah wartawan yang melakukan investigasi terkait kasus ini juga dikabarkan pernah mengalami intimidasi hingga dugaan pengeroyokan.

Kasus itu bahkan telah dilaporkan ke Polres Kuansing. Namun hingga kini, proses penanganannya dinilai belum menunjukkan transparansi maupun tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Polisi Disebut Datang, Namun Dinilai Hanya Menonton

Dalam peristiwa terbaru ini, pihak Polsek Pangean disebut sempat datang ke lokasi setelah dugaan aktivitas tersebut diketahui.

Namun menurut narasumber, kehadiran aparat kepolisian justru dinilai hanya sebatas menenangkan situasi agar persoalan tidak membesar.

Bahkan, narasumber menyebut adanya pernyataan bahwa pihak-pihak yang berada di lokasi “masih saling mengenal”, sehingga menimbulkan dugaan adanya pembiaran terhadap aktivitas yang sedang berlangsung.

Pernyataan tersebut tentu memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait keseriusan penegakan hukum terhadap dugaan mafia BBM subsidi di wilayah tersebut.

Manajer SPBU Disebut Tidak Merespons

Tim investigasi mengaku telah mencoba menghubungi pihak manajemen SPBU guna meminta klarifikasi terkait dugaan aktivitas tersebut. Namun hingga investigasi berlangsung, tidak ada respons dari pihak manajer SPBU.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak SPBU, aparat kepolisian, Pertamina, serta instansi terkait lainnya.

Redaksi juga membuka ruang hak jawab, koreksi, dan klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *