Berita  

Setelah Viral Sawmill Kayu Ilegal Milik Zulkifli dan Penyuplai Indra, Muncul Fakta Baru dan Dugaan Keterlibatan Inisial H dan S.

Siak, Kampar –1 Oktober 2025, munculnya fakta baru Maraknya aktivitas ilegal logging di Kabupaten Siak – Kampar, Provinsi Riau. kembali menjadi sorotan publik.

Dugaan kuat adanya pembiaran oleh aparat penegak hukum (APH) setelah tim investigasi media menemukan bukti-bukti peredaran kayu hasil jarahan dari kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil. Kawasan konservasi yang merupakan bagian dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil–Bukit Batu yang telah ditetapkan UNESCO itu, justru kian dirusak secara masif.

Kayu-kayu jenis kayu alam yang berasal dari Siak kecil dan sekitar sungai Mandau, ditebang secara brutal dan di olah di jadikan ukuran balok team menggunakan mesin Chensaw di dalam lokasi hutan tersebut. setelah di jadikan kayu berukuran balok team akan di rakit dan di ilir melalui air kanal untuk ke tepi darat. Lalu di angkut kembali dengan menggunakan mobil jenis cold deisel,
dan kayu itu tertutup rapi dengan menggunakan terpal, kemudian di antar ke berbagai wilayah yang sudah di tentukan.
didistribusikan lintas kabupaten, bahkan hingga ke kabupaten Kampar., bebernya

Nama Zulkifli diduga mafia kayu skala besar yang sebelumnya diberitakan Sawmill miliknya yang berlokasi di desa Tarai jalan kantor bupati kecamatan tambang kabupaten Kampar, dan kini kembali mencuat fakta baru, ia kini menggunakan modus baru. Dengan sistem “upah slip”, Zulkifli diduga mengalihkan pasokan kayu ke sawmill rekanannya di wilayah Teratak Bulu atau ke Sawmill milik Iyan di Jalan Desa Lubuk Siam. Sedangkan tempat muatnya di Muara Dua siak kecil., paparnya sumber

“Tadi pagi saja kayu masuk ke wilayah Taratak Bulu, Jalan simpang kambing,
Dan desa Lubuk Siam Yang terima Zulkifli alias Ombak. Karena sawmill utamanya bermasalah setelah diberitakan, dan Kini ia alihkan ke lokasi lain. Kayu itu diduga dibeli dari Indra selaku penyumplai., tambahnya sumber

Lebih mengejutkan, ia menjelaskan bahwa pengiriman kayu tersebut diduga di kondisikan dan dikawal oknum loreng berinisial ( H ) yang diduga sebagai kordinator lapangan yang memfasilitasi kayu tersebut dan inisial ( S ) yang diduga mengawal kayu untuk ke tujuan. Kedua mereka ” H dan S ” dari oknum TNI” ungkap sumber kepada awak media Rabu 1/10/2025.

Ironisnya, aktivitas ilegal ini sudah berlangsung lama. Bahkan, ada dugaan keterlibatan oknum berseragam dalam mengawal truk-truk kayu haram tersebut. Namun hingga kini, aktivitas mafia kayu ini seperti luput dari pengawasan APH maupun pihak BKSDA.

Saat dikonfirmasi kepada (H)  awalnya ia mengatakan : Siap Bang maaf ya Bang nanti saya kompornya karena ini saya masih di jln bang., tulisnya Hamdani, Rabu 1/10/2025 Puku 11.30 wib.

Masih hari yang sama sorenya sekitar pukul 15.57 wib, H menelpon awak media : Abang dimana, jika di Pekanbaru bisa kita jumpa dengan alasan untuk klarifikasi perihal konfirmasi tentang dugaan keterlibatan dari bisnis kayu ilegal tersebut.

Namun, awak media membantah ajakan pertemuan itu dengan alasan karena jauh dan mengantisipasi hal-hal diluar dugaan., maaf bang tidak harus jumpa lah untuk memberikan tanggapan, melalui komunikasi seperti saat ini pun bisa disampaikan., ucap awak media.

Kemudian, dari itu H mengatakan, kapan-kapan saja la kalau begitu, tidak bisa saya sampaikan melalui komunikasi lewat hp, kapan ada waktu telpon saja dan bisa kita ketemu. dan akhir komunikasi ini, H membantah keterlibatannya dan belum memberikan nomor temannya yang dimaksud hingga berakhir konfirmasi sore rabu 1/10/2025.

Sementara itu, dari sebelumnya awak media telah melakukan konfirmasi kepada Zulkifli, namun tanpa memberi tanggapan hingga ia memblokir WhatsApp awak media.

Zulkifli dan Indra bukan pemain kecil, diduga Mereka adalah aktor besar yang mengendalikan rantai distribusi kayu ilegal di Riau. Keduanya beroperasi lintas kabupaten/kota dengan jaringan rapi dan melibatkan oknum berseragam.

Masyarakat menilai, jika aparat benar-benar serius memberantas ilegal logging, Zulkifli dan Indra harus segera ditangkap. Membiarkan mereka bebas tentunya semakin rusak hutan dan mencederai hukum.

Kini bola panas berada di tangan APH. Publik menunggu keberanian aparat untuk membongkar mafia kayu terbesar di Riau ini—atau justru memilih diam dan menjadi bagian dari permainan kotor tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *